Berkaca Dari Korea Selatan, Dian Sastro Ingin Perfilman Indonesia Seperti K-Pop

Berkaca Dari Korea Selatan, Dian Sastro Ingin Perfilman Indonesia Seperti K-Pop

Berkaca Dari Korea Selatan, Dian Sastro Ingin Perfilman Indonesia Seperti K-Pop

Nama Dian Sastro di dunia seni peran tak mesti dipertanyakan lagi. Banyak film-film yang dibintangi Dian Sastro laris di bioskop dan memicu namanya kian meroket.

Dian Sastro yakin bahwa industri perfilman Indonesia lambat laun dapat sanggup menjalankan roda ekonomi Indonesia. Terlebih terhadap th. 2016 lalu, industri kreatif ini sudah dikeluarkan dari Daftar Negatif Investasi (DNI). Hal ini artinya penanaman modal asing dapat terbuka lebar untuk sektor tersebut.

Dian selanjutnya berkaca terhadap industri hiburan Korea Selatan. Hiburan asal Negeri Ginseng itu berhasil mengambil perhatian nyaris semua pelosok dunia. Entertainment Korea Selatan selanjutnya digandrungi dan dielu-elukan banyak orang.

Alasan itulah yang lantas memicu Dian Sastro yakin bahwa industri film Indonesia dapat sesukses Korea Selatan. Artis cantik pemeran film “Ada Apa Dengan Cinta?” itu juga mengamati bahwa dunia industri yang digelutinya selanjutnya sudah ikut membantu roda perekonomian nasional.

“Gue sudah sanggup ngelihat bagaimana perfilman Indonesia sudah sanggup kasih kontribusi bikin roda ekonomi negara secara makro,” kata Dian dilansir dari laman DetikHot. “Seperti bagaimana si orang Korea sanggup menjalankan ekonomi negaranya dengan K-Pop-nya, K-Drama-nya.”

Dian yang diwawancarai via Zoom itu lantas menerangkan bahwa kala seseorang tertarik dengan suatu hal, mereka dapat memiliki kecenderungan untuk memiliki barang tersebut. Ini pula yang terjadi terhadap industri kreatif Korea Selatan. Kepopuleran idol mereka berhasil berikan dampak positif terhadap sektor lain di negara tersebut.

“Karena orang-orang suka, mereka jadi beli handphone mereka, sampai senang makanannya,” sadar Dian. Pada kesempatan itu, Dian juga mengemukakan bahwa dirinya berniat mengembangkan industri film melalui belakang layar.

“Akhirnya gue mencoba masuk ke film,” imbuh istri dari Indraguna Maulana Sutowo ini. “Tapi nggak cuma jadi pemain saja, gara-gara gue mesti aktif masuk ke producing.”

Dian baru saja mengawali debutnya sebagai sutradara. Film perdana yang digarapnya berjudul “Nougat”. Karya pertama Dian Sastro selanjutnya tergabung didalam proyek sebuah film bertajuk “Quarantine Tales”, yakni sebuah antologi film pendek yang diproduksi oleh Base Entertainment.

“Quarantine Tales” ini terdiri dari 5 film layaknya “Nougat” (Dian Sastrowardoyo), “Cook Book” (Ifa Isfansyah) , “Happy Girls Don’t Cry” (Acho Tenri), “The Protocol” (Sidharta Tata), dan “Prankster” (Jason Iskandar). Antologi film selanjutnya sudah tayang di bioskoponline.com dengan harga tiket Rp 10 ribu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *